Dopamin Hari Ini
Sebelum ku mulai cerita hari ini, rasanya aku ingin bersyukur terlebih dulu. Terimakasih, Tuhan atas semua bahagia yang mulai kurasakan sejah 1 tahun lalu. Satu persatu lukaku memudar berkat indahnya kenangan baru dan letupan cemasku mulai tenang dan damai seiring berjalannya kenangan baru ini. Aku sangat bersyukur.
Hari ini, tepatnya 16 Mei 2026, entah bagaimana awalnya, kekasihku tiba-tiba saja menanyakan apakah aku ingin menonton sebuah film di bioskop. Tentu saja aku ingin, dengan senang dan salah tingkah, ku balas pesannya dengan menanyakan film apa yang akan ditonton. Lalu ia memintaku melihat di aplikasi pembelian tiketnya, dan akhirnya kami menentukan pilhan film, tempat duduk dan jam penayangannya. Kita punya 30 menit untuk bersiap dan aku bergegas mandi dan bersolek. Kami memilih jam tayang di pukul 14.20 dan tepat pada 14.20 aku baru selesai bersiap dan bergegas menuju gang untuk dijemput.
5 menit berlalu dan kekasihku masih belum juga sampai, ditengah terik matahari, dan menit jam yang terus berganti aku menunggu hingga akhirnya ia datang dan ternyata mampir dulu ke bank untuk menarik uang tunai. Singkat perjalanan, kita sampai di lokasi pukul 14.35 dan ia langsung membeli makanan sedangkan aku langsung mencetak tiket lalu akhirnya kita mendapatkan makanan dan minuman yang kita pesan sehingga bisa menyaksikan filmnya dengan nyaman. Emosiku terus bergejolak seiring dengan pembawaan film yang sedang diputar sedangkan kekasihku fokus makan, menertawakanku yang ikut larut dalam emosi hingga ia mengantuk diakhir film.
Meskipun saat menyaksikan filmnya aku kerap terganggu dengan anak kecil yang berlarian dalam studio dan berisik, hari ini tetap sangat membahagiakan. Karena tak hanya menonton, ia juga mengajakku makan setelahnya meskipun sebetulnya aku masih agak kenyang karena sudah makan mie instan sebelum pergi, namun aku tetap menghabiskan bakso yang sudah dipesankan. Sesampainya dirumah sekitar pukul 5 sore, aku langsung mengganti pakaianku dan duduk menghadap kipas di kamarku. Aku sangat kekenyangan dan kegerahan karena memang akhir- akhir ini cuaca sedang panas.
Malam harinya, ia izin untuk bertemu dengan teman-temannya di sebuah cafe milik salah satu teman SD-nya. Aku tak masalah soal itu, karena memang sudah seharian dia meluangkan semuanya untukku. Namun tetap saja, rasanya aku ingin jajan sampai aku nitip dibelikan pisang bakar di cafe tersebut untuk cemilan malamku. Padahal aku ingin diet, tapi tetap saja rasa inginku pada makanan terlalu kuat meskipun aku sering sekali dijaili olehnya dan dipanggil gendut dan gembrot. Meskipun aku malas mendengarnya dan enggan, tapi aku senang karena hal itu menjadi salah satu becandaan atau gimmick yang tidak pernah bosan digunakan dan selalu menghiasi hari-hari yang kami lalui bersama.
By the way, terimakasih ya, sayang. Semoga rejekinya Tuhan kembalikan berlipat ya. Semua baik, waktu tenaga, uang, kasih sayang, cinta, rasa aman, dan semua hal yang kamu berikan akan selalu aku ingat dan akan selalu menjadi pengingat kapanpun aku kecewa atau lelah dengan guncangan di Dunia yang fana ini. I love you.
Komentar
Posting Komentar