Kisah Sudut
Apa yang dipikirkan olehmu kala itu? Yang tanpa permisi, ucapmu melukai hingga kini. Apa salahku hingga pantas kau lukai sebegitunya? Tanpa perlu kau ketahui, aku telah memiliki banyak sekali luka tak berbekas. Sejak saat itu, hidupku tidak lagi baik. Mimpi, harapan dan tekadku hancur tanpa satupun puing. Aku tetap mencoba bangkit sampai pada kalimat ini, Namun ucapmu diruang sempit itu bagai kutukan permanen untukku hingga membuatku terus terbelenggu dalam ketidakberdayaan yang kian merusak. Hingga beberapa hari kebelakang, dengan ironisnya kau menyemangatiku untuk menyelesaikan apa yang telah kau hancurkan.
Jika perlu aku tarik jauh ke belakang, hanya untuk mengingatkan. Saat itu dengan sadar aku membantu seseorang yang sangat membutuhkan uluran tangan dan aku merasa mampu membantunya dengan apa saja yang bisa aku lakukan sebagai manusia. Aku tak akan membiarkan seseorang merasa tersiksa atas apa yang seharusnya ia terima dan aku akan selalu berusaha membantu siapalun yang mengalami hal menjijikan sama seperti yang ku alami di masa lalu. Namun sayangnya saat aku dulu mengalami hal tersebut, tak ada satupun yang membantuku.
Sehingga, dengan apa yang ku miliki sekarang, meskipun sedikit; aku akan berusaha mengulurkan tangan pada siapapun yang mengalami hal serupa denganku. Itulah yang membuatku tergerak pada saat itu. Meskipun pada akhirnya ternyata hal itu hanya membawa kehancuran untukku. Meskipun aku cukup tenang dengan kenyataan bahwa kemungkinan kejadian tersebut terulang menjadi lebih kecil. Aku merasakan kekecewaan luar biasa dalam prosesnya. Mungkin aku menjadi satu satunya yang hingga kini terluka akibat itu. Orang yang kubantu dulu, sekarang sudah terlihat kembali nyaman dengan hidupnya. Dan orang yang mengataiku, dia tak merasa ada yang salah dengan ucapannya karena mungkin dirasa pantas. Entahlah, saat ini aku hanya tak lagi ingin berinteraksi terlalu banyak dengan semua orang yang terlibat disana. Aku cukup menikmati diriku mengamati kesibukan percakapan mereka dari sudut sepi. Aku hanya berharap bahwa Tuhan akan memberikan keadilan yang lebih baik dari keadilan yang bisa disuguhkan siapapun di Bumi ini.
Komentar
Posting Komentar