Cemas

Hari selasa, 02 September 2025 pukul 01.46

Pikiranku masih kalut dengan apa yang sedang terjadi di beberapa kota di Indonesia, khususnya Bandung dan Jakarta, mengingat banyak sekali tindakan tak perlu yang dilakukan aparat dan para petinggi. Demo pada tanggal 1 berjalan damai di hampir setiap daerah yang melaksanakan, aspirasi diterima, perwakilan massa diajak bicara dan pejabat turun menemui. Namun ditengah malam ini-baru saja, UNISBA dan UNPAS Tamansari dikepung dan dilempari gas air mata, GAS AIR MATA! di Kampus mereka sendiri. Bayangkan! Bagaimana bisa masyarakat tenang setelah ini? Bagaimana masyarakat percaya? Manisnya perlakuan siang hari dibalas buah tangan menyakitkan dari mereka sendiri dimalam harinya. Ironis sekali rasanya, Polisi terluka diberi penghargaan karena membela keamanan negara, sedangkan masyarakat mati; sekali lagi MATI. Tidakkah cukup untuk menyadarkan pandangan kalian yang kabur oleh kekuasaan itu? Wahai Tuan-Tuan bajingan, masihkah tersisa setitik kemanusiaan? Atau memang sejak awal-itu tidak pernah ada? Apakah diwaktu yang lalu itu hanya untuk menarik atensi saja demi kemenangan? Sakit hati sekali rasanya menyaksikan semua ini dengan gusar, merasa sangat mungkin esok akupun bisa mati, karena tak lagi ada yang bisa melindungi. Orangtuaku sejak bayi tak peduli, keluargaku pun begitu, aku hanya punya diriku dan hak ku yang diberikan oleh Undang-Undang, yaitu Hak Hidup, Hak Berpendapat. Tapi rasanya melihat tayangan mengerikan di media sosial, nyata sekali bahwa hak itu sudah tak berlaku. Bahkan terlalu nyata sampai-sampai aku enggan untuk hidup lama di Negara yang aku banggakan pada teman-teman dari Malaysia saat berkunjung kemari. Aku dengan bangga 2 tahun lalu menjelaskan budayaku, tarian-tarianku, artefak bahkan makanan tradisional Indonesiaku. Kini aku malu, bukan malu mengakui, itu sama sekali tidak memalukan. Yang membuatku malu hanyalah ulah-ulah kalian. Kurang apa Tuan-Tuan sekalian terhadap uang, kuasa dan kedudukan? Apa lagi yang anda sekalian kejar sampai-sampai rakyat kecil selalu kalian tumbalkan, generasi muda kalian salahkan, keluh kesah kami kalian "Tolol-tolol"-kan. Indonesia Emas yang kalian bebankan pada kami, bagaimana kami meraihnya sedangkan dalam setiap proses kami disulitkan. Ber-anganlah kalian sampai mati soal itu, selama penghambat tidak sirna, selama kalian tidak mau sadar, Indonesia Emas hanya akan menghantui kalian dengan cemas. 

Komentar

Postingan Populer