Aku Sepi
Dalam ruang sesak tanpa suara, aku dengan lantang berteriak
Dalam hampa relung seorang hamba, aku menjelma bak dewa penguasa
Aku sepi, kawanku adalah sendiri
Aku selalu berdampingan dengannya,
Melengkapi kesedihan menggunung dalam hati,
Melengkapi harmoni kehampaan yang kian menggaung bak irama orkestra
Aku tak pernah berisik dalam kehadiranku,
Aku senyap bagai langkah maling siang bolong
Yang mencuri barang bernilai untuk dijual ke tukang rongsok
Lalu pergi berlalu setelah semua untung hanya milikku
Aku sepi yang merdeka, aku kerap hadir tanpa sebab
Meninggalkan pemilik relung dengan mata sembab
Lalu pulang dengan rasa menang
Dan meninggalkan rasa ingin pulang
Aku sepi yang bergidik ngeri ketika ditangisi
Merasakan betapa sakit isi relung hati
Aku sepi yang selalu dikeluhkan pemilik hati
Aku juga sepi yang selalu jadi alasan rasa iri
Aku sepi, aku sendiri
Komentar
Posting Komentar